Hari pertama pertandingan Liga Pelajar Bali Post (LPBP) V/2009 Kabupaten Buleleng di Stadion Mayor Metra, Singaraja, Senin (26/10) kemarin,
diwarnai hujan gol. SMAN 1 Gerokgak (Smarak) dan SMAN 1 Tejakula (Smansaka) unjuk kebolehan dengan mencukur lawan-lawannya.
Juara bertahan SMAN 1 Gerokgak membantai pendatang baru SMA Lab Singaraja dengan skor 6-0 (3-0) pada laga pembuka yang dimulai pukul 15.00.
Runner-up tahun lalu SMAN 1 Tejakula tidak mau kalah dengan menghancurkan perlawanan tim debutan SMAN 1 Seririt 4-0 (2-0).
Kejuaraan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. yang diawali tendangan bola pertama didampingi pengurus Pengcab PSSI
Buleleng dan perwakilan Bali Post Ketut Budiarta.
Pertarungan beda kelas terjadi pada partai perdana antara SMAN 1 Gerokgak dan SMA Lab Singaraja. Para pemain Smarak tampak begitu matang secara tim.
Mereka menguasai semua lini lewat skema yang jelas dan pintar memainkan tempo permainan, sehingga mengundang decak kagum penonton yang memadati stadion.
Lapangan yang keras dan berdebu tidak menyulitkan bagi Made Arya Hartawan dan kawan-kawan mengembangkan permainan. Karena unggul segala-galanya,
anak-anak Gerokgak bisa begitu mudah mencetak gol ke gawang SMA Lab yang dikawal Fitra Permana. Para pemain Lab sudah memberikan perlawanan, namun
tetap tidak bisa berbuat banyak. Unggul kualitas, gol tinggal menunggu saja. Gol pembuka Smarak diciptakan Putu Astrawan baru sembilan menit wasit
Saso meniup peluit kick off. Lima menit kemudian Wayan Adnyana membuat Fitra Permana memungut bola dari sarangnya. Kemudian bomber Arimbawa membuat
timnya memimpin tiga kosong sebelum turun minum. Kendali permainan kembali dipegang Smarak pada paruh kedua. Tiga gol kembali diberondongkan tim
besutan Made Suarsana yang diawali Putu Astawan pada menit ke-46, dua gol terakhir disumbangkan Ketut Arimbawa pada menit ke-48 dan 67. Gol itu
melengkapi hattrick Arimbawa yang untuk sementara bertengger di posisi top skor.
Tampak wajah-wajah ceria di kubu tim SMAN 1 Gerokgak atas kemenangan besar itu. Pelatih Smarak Made Suarsana menyatakan dari berbagai segi timnya
tampil cukup solid, meski terlihat beberapa pemain memaksakan diri menyelesaikan secara individu.
Di bagian lain, pelatih SMA Lab Singaraja Ketut Widnyana Putra menyatakan timnya tidak bisa mengembangkan permainan, akibat gelombang tekanan yang
dilancarkan tim Smarak. Sebagai sebuah pengalaman, dia mengaku timnya mendapat pelajaran cukup banyak. "Semoga tampil melawan SMAN 1 Seririt dan
SMAN 1 Tejakula anak-anak lebih baik," harap Widnyana Putra.
Ofensif
Gaya permainan SMAN 1 Tejakula alias Smansaka melawan SMAN 1 Seririt tidak berbeda jauh dengan tim Semarak. Sejak wasit Gede Suardana Putra meniup
peluit awal, kendali serangan lebih banyak dikuasai tim Smansaka. Namun baru berjalan dua menit striker tinggi SMAN 1 Seririt Agung Ari nyaris menjebol
gawang Smansaka yang dikawal Gede Even Pria Darma. Sebaliknya serangan cepat Smansaka memaksa pelatih SMAN 1 Seririt Ketut Kompi menarik kiper utamanya,
Oka, dan menggantikan dengan kiper cadangan Pasek, lantaran Oka kakinya cedera.
Serangan-serangan gencar Smansaka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-8 lewat tandukan bomber Gede Suyasa. Sebetulnya Suyasa bisa menambah gol
pada menit ke-25, sayang eksekusinya dari titik putih gagal. Tembakannya dapat diblok kiper Pasek. Namun satu menit sebelum turun minum Suyasa
melengkapi keunggulan timnya 2-0. Upaya tim Seririt untuk bangkit pada paruh kedua nyaris membuahkan hasil, jika saja bomber jangkung Agung Ari
sedikit tenang ketika mendapat peluang berhadapan dengan kiper Gede Even. Sayangnya tembakannya dapat diblok. Terhindar dari gol balasan Smasaka
akhirnya dapat menambah dua gol lagi pada menit ke-43 dan 65 melalui Ngurah Try Bayu dan Permadi.
Usai pertandingan pelatih Smansaka Nyoman Agus Darmawan Bukian belum puas dengan kemenangan pada partai perdana itu. Dia mengevaluasi koordinasi
antarlini timnya masih belum padu. Dia memprediksi laga perdana secara psikis sangat berpengaruh. "Semoga anak-anak lebih baik melawan tim juara
bertahan SMAN 1 Gerokgak," harap Nyoman Agus Darmawan Bukian.
Sementara pelatih tim SMAN 1 Seririt Ketut Kompi berdalih timnya kurang persiapan. Dia menyatakan hanya sempat berlatih tiga kali. Liburan Galungan
dan Kuningan menjadi masalah pihaknya mengumpulkan pemain yang lokasinya jauh. "Namun jujur kami akui, tim Smansaka memang tampil lebih baik di
semua lini," ujar Ketut Kompi.
(BP-27102009)